
Rokan Hulu (Rohul), Riau – Beritainvestigasi.com. Trauma mendalam dialami Korban inisial Nr (12tahun) Siswi kelas 6 SD. Tubuh mungilnya nyaris digagahi atau diperkosa oleh Orang Tak Dikenal (OTK) dibawah ancaman Senjata Tajam (Sajam).
Aksi bejat dan Amoral ini dilancarkan setelah terduga pelaku berhasil membobol jendela rumah Nenek Korban, Rabu (05/10/2022) sekira pukul 03.30 WIB dini hari.
Kejadian tersebut pun sontak menghebohkan warga setempat. Kemudian orang tua korban, Pr dan Mh yang merasa sangat sedih dan terpukul melaporkannya ke Aparat Desa setempat dan ke Polsek Tambusai.
Setelah mendapat laporan dari orang tua korban, Polisi langsung turun ke TKP dan melakukan olah TKP, yakni di ruang tengah rumah inisial Wi (nenek korban) di Desa Batas, Kecamatan Tambusai, Rohul dan Polisi membawa korban guna keperluan Visum ke RSUD Rohul.

Dari hasil wawancara eksklusif Wartawan Media Online Beritainvestigasi.com dengan Mh dan Wi (ibu dan nenek korban), diperoleh kronologis kejadiannya.
Sebelum kejadian, korban selalu tidur di rumah neneknya yang hanya tinggal sendiri persis bersebelahan dengan rumah orang tua korban. Naas, pada rabu dini hari (05/10/2022) sekira pukul 03.30 WIB, saat kejadian itu,Wi yang berstatus Janda, sangat capek setelah kerja seharian mengikis sapu lidi dari daun pelepah sawit untuk dijual beli beras.
Sampai pukul 02.00 WIB dini hari,Wi belum tidur karena masih kerja mengikis sapu lidinya. Hujan turun lebat malam itu, Wi pun tidur pulas (terlelap) bersama dua orang cucunya termasuk korban di ruang tengah akibat kelelahan kerja. Situasi itu memuluskan aksi jahat pelaku yang kemudian berhasil masuk rumah setelah membobol jendela kamar depan dengan cara mencongkelnya.
Setelah masuk rumah, pelaku diduga melakukan aksinya. Namun, Wi seketika terbangun dan sangat terkejut ketika melihat ada seorang laki laki yang tidak dikenal (OTK )menggunakan topeng hitam atau sebo sedang menindih tubuh vucunya (korban). Pelaku yang panik langsung mengancam sang nenek dengan sebilah pisau atau parang (tak jelas karena lampu tengah mati/padam).

Mulut dan leher Wi disumbat dan dicekik pelaku. “Jangan berteriak, kubunuh kalian semua kalau berteriak,” kata pelaku kepada Wi.
Merasa sangat ketakutan, Wi mencoba melawan, namun kembali dicekik oleh pelaku sembari memegang senjata tajam (Sajam). Karena aksinya kepergok sang nenek korban, pelaku akhirnya keluar dan kabur dari TKP. Kemudian Wi memberitahukan peristiwa itu kepada Mh (ibu korban).
Belum jelas diketahui apakah pelaku sudah merusak bagian vital sang bocah mungil itu atau belum, masih menunggu hasil visum dari Medis.
“Tolonglah kami Pak, kami orang susah, hidup kami pun pas pasan, kok tega kalilah pelaku biadab itu,” kata Mh berurai air mata saat diwawancarai oleh awak media beritainvestigasi.com di TKP, Sabtu (08/10/2022) siang.
Mh mengaku bahwa,dirinya tak habis pikir atas musibah tersebut. Dan sangat berharap supaya pelaku segera diungkap dan ditangkap Polisi.
“Saya tak habis pikir, kami orang susah dan miskin, kami bukan orang berada, kok anak saya jadi korban. Apa pelaku itu tidak punya ibu atau tidak punya adik perempuan. Saya mohon Pak Polisi segera menangkap pelaku itu, supaya dihukum berat,” ungkap Mh didampingi Wi dan korban Nr yang mengaku baru setahun pindah domisili dari Pekanbaru ke Desa Batas dan korban baru 2 (dua) bulan pindah sekolah dari Pekanbaru ke Desa Batas.
Terpisah, Kapolres Rohul, AKBP. Pangucap Priyo Soegito, S.I.K, M.H melalui Kapolsek Tambusai, Ipti Efendi Lupino, S.H saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
“Benar bang, ada LP dari ibu korban terkait tindak pidana percobaan pemerkosaan anak dibawah umur. Anggota sudah turun ke TKP dan sudah membawa korban ke RSUD Rohul guna Visum. Saat ini, korban dan Saksi-saksi sedang kita periksa di Polsek didampingi Pihak Komnas PA Rohul,” kata Lupino saat dikonfirmasi, Sabtu (08/10/2022) sore. (Hendron Sihombing/tim).
Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).














