
Samarinda, Kaltim – Beritainvestigasi.com. Banjir yang merendam 3 (tiga) Kecamatan di Pesisir Sungai Belayan masih melumpuhkan aktifitas warga. Banjir yang ke-4 kalinya terjadi di tahun 2022 ini adalah musim banjir terparah yang dialami oleh puluhan ribu penduduk sekitar sungai Belayan selama 12 tahun terakhir.
Perihal banjir tersebut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Samarinda, memonitoring dan menganalisis curah hujan yang menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kalimantan Timur telah diguyur hujan selama beberapa pekan terakhir yang menimbulkan bencana Hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.
Dalam keterangannya, terkait banjir yang saat ini terjadi di wilayah Kecamatan Kembang Janggut dan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Staf BMKG, Fatuh, mengatakan bahwa, memang cuaca saat ini sedang mengalami atmosfir yang luar biasa jadi dalam seminggu ini intensitas curah hujannya per tanggal 12 – 21 Mei 2022 cukup tinggi.
Lanjutnya, menurut pantauan pos kami intensitas curah hujan di Kembang Janggut dan Kenohan diangka 37 Km2 sedangkan di wilayah Tabang diangka 38 Km2, seiring juga dengan pergantian musim hujan ke musim kemarau.
“Kalau kami melihat secara umum banjir adalah permasalahan yang kompleks di Kaltim diakibatkan oleh curah hujan yang cukup tinggi dalam seminggu ini,” tutup Fatah, Senin (23/05/2022). (Hos).
Editor Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW)













