Direktur RSUD Agoesdjam Ketapang, drg.Basaria Rajagukguk(berkacamata) danYulianiangsih Kabid Yandik. (Foto: Yasmin Umar Sorot10News)
Ketapang, Kalbar– Beritainvestigasi.com. (15 Juni 226). Di balik rutinitas pelayanan cuci darah yang berlangsung setiap hari di RSUD dr Agoesdjam Ketapang, tersimpan satu kenyataan yang selama ini luput dari perhatian: keluarga pasien harus menunggu hingga empat sampai lima jam dengan fasilitas yang masih terbatas.
Kondisi itulah yang mendorong manajemen RSUD dr Agoesdjam menggagas rencana mengalihfungsikan kolam yang berada di depan ruang Hemodialisa menjadi taman lengkap dengan gazebo sebagai ruang tunggu yang lebih manusiawi, nyaman, dan representatif bagi keluarga pasien.
Gagasan tersebut disampaikan Direktur RSUD dr Agoesdjam, drg. Basaria Rajagukguk, didampingi Kabid Pelayanan Medik Yulianiangsih, dalam perbincangan dengan Sorot10 beberapa waktu lalu.
Menurut Basaria, peningkatan pelayanan kesehatan tidak hanya berbicara soal alat medis dan tenaga kesehatan, tetapi juga menyangkut kenyamanan keluarga pasien yang setia mendampingi proses pengobatan.
Saat ini, layanan Hemodialisa RSUD dr Agoesdjam melayani sekitar 33 pasien dalam tiga shift pelayanan dengan dukungan 12 mesin cuci darah. Setiap pasien menjalani terapi selama berjam-jam, sementara anggota keluarga mereka menunggu dengan fasilitas yang belum sepenuhnya memadai.
“Karena itu, kami berencana mengubah kolam di depan ruang cuci darah menjadi taman dan gazebo agar keluarga pasien memiliki tempat menunggu yang lebih nyaman,” ujar Basaria.
Namun, di tengah semangat meningkatkan pelayanan, rumah sakit menghadapi persoalan klasik yang kerap menghambat perbaikan fasilitas publik: keterbatasan anggaran.
Basaria mengakui hingga saat ini belum tersedia pendanaan yang dapat dialokasikan untuk merealisasikan program tersebut. Karena itu, ia berharap adanya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Ketapang, DPRD, maupun dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Lebih dari sekadar proyek penataan lingkungan, rencana ini dinilai memiliki nilai kemanusiaan yang kuat. Sebab, bagi keluarga pasien gagal ginjal yang harus rutin menjalani cuci darah, ruang tunggu bukan hanya tempat singgah sementara, melainkan ruang untuk menanti dengan harap, berdoa, dan menguatkan satu sama lain.
Selain rencana pembangunan taman dan gazebo, manajemen RSUD dr Agoesdjam juga menyoroti kondisi drainase rumah sakit yang dinilai sudah memerlukan pembenahan. Infrastruktur pendukung tersebut dianggap penting untuk menunjang kualitas pelayanan dan kenyamanan lingkungan rumah sakit secara keseluruhan.
Kini, harapan itu berada di tangan para pemangku kebijakan. Sebab di balik sebuah kolam yang akan dialihfungsikan, tersimpan kebutuhan nyata masyarakat akan pelayanan kesehatan yang tidak hanya menyembuhkan, tetapi juga menghadirkan rasa nyaman dan kepedulian.(Verry)
RSUD dr Agoesdjam Ketapang ingin ubah kolam jadi taman dan gazebo demi kenyamanan keluarga pasien cuci darah yang menunggu berjam-jam.
#RSUDAgoesdjam #Ketapang #PelayananPublik #CuciDarah #Hemodialisa #KesehatanKalbar #KetapangMaju #GazeboPasien #CSRUntukKesehatan #BeritaKalbar









