Merasa Dirugikan Warga Desa Sejahtera Sesalkan Pemberitaan Sepihak Tanpa Konfirmasi

Kayong Utara, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Sejumlah warga dan Kelompok nelayan Desa Sejahtera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, tidak terima dan merasa dirugikan atas pemberitaan di salah Satu Media.

Pasalnya di pemberitaan seakan menggiring opini yang menyesatkan, terkait peningkatan jalan, tepatnya di jalan Nelayan Dusun Sungai Belit yang merupakan akses para nelayan dari dua Desa, Desa Sejahtera dan Desa Pampang Harapan.

Dalam narasi berita menuding kalau jalan tersebut dikerjakan asal jadi.

Tim Media  melakukan investigasi di lapangan, mendapati jalan tersebut sudah rapi diperbaiki dan tidak terdapat lobang atau tambalan seperti yang diberitakan.

Di lapangan tim bertemu langsung dengan perwakilan pelaksana menjelaskan, bahwa apa yang ditudingkan terlalu berlebihan.

” Saya rasa tudingan yang dilontarkan ke kami terlalu berlebihan, tidak seperti apa yang diberitakan. Di jalan ini memang ada yang kami tambal dengan beton semen karena pada pondasi jalan ada sedikit lobang bekas rembesan air, setelah kami tambal lobangnya kemudian dilapisi senset seperti yang terlihat ini, “terang Darma Supriadi perwakilan pelaksana saat ditemui di lokasi Rabu(05/03/2025).

Pondasi jalan yang awalnya baik saja, karena ada bekas saluran air sehingga terjadi pengikisan. Karena jalan tersebut masih dalam masa pemeliharaan, dan masih ada tanggungjawab pelaksana.

” Namun disaat kami akan meloading stum, jalan itu jebol , setelah kami cek ternyata pondasinya amblas , mungkin tergerus air, sehingga menyebabkan tanah di bagian pondasi dasar jalan bolong, ” sambung pria yang biasa disapa Agol.

Agol menuturkan kalau pengerjaan senset juga ada lebih dari volume lebih kurang panjang 45 meter dan lebar 3 meter atas permintaan warga, hal itu dibenarkan Junaidi Ketua Kelompok Nelayan Desa Sejahtera.

” Kemaren waktu pelaksanaan kami minta kepada pelaksana agar menambah lapisan senset, ada kurang lebih 45 meter yang dilapisi diluar volume, ” kata Junaidi.

Titik badan jalan yang pondasi nya mengalami pengikisan sehingga jebol saat di lalui kendaraan stomach

Junaidi berujar, apa yang diberitakan tidak seperti kenyataan dilapangan, dia menduga ada oknum yang sengaja menghembuskan opini negatif, dan itu bisa merugikan warga masyarakat selaku penerima manfaat.

” Kecurigaan saya ada oknum yg sengaja menghembuskan isu negatif, hal ini tentu merugikan kami selaku masyarakat, kami ingin desa kami bisa maju seperti desa lain, “ucap Junaidi.

Ditambahkan Rusdi anggota nelayan warga setempat, merasa dirugikan atas pemberitaan yang sepihak tanpa ada konfirmasi.

” Kami selaku masyarakat penerima manfaat merasa dirugikan atas berita yang tidak sesuai kenyataan di lapangan. Seharusnya konfirmasi dahulu apa yang terjadi sesungguhnya, “timpal Rusdi.

“Kami merasa bersyukur dan berterimakasih atas pembangunan yang sudah ada, karena ini adalah akses kebutuhan kami, jika mau buat berita jangan sepihak, kami sebagai warga setempat lebih mengetahui, jika ada yang tidak beres justru kami sebagai warga yang akan protes, “ujarnya.

Hariszona Kepala Desa Sejahtera, saat dimintai tanggapan terkait perihal jalan menjelaskan, kalau pihaknya tidak pernah dihubungi oleh pihak pemberita.

” Sejauh ini belum ada rekan dari media yang mengkonfirmasi perihal jalan tersebut, tiba-tiba ada berita yang terbit, karena itu kami langsung ke lokasi meninjau pekerjaan ini, “jelas Kades.

Aris juga menyayangkan pemberitaan yang beredar, karena dampaknya kepada pembangunan desa.

” Ya kami selaku pemerintah Desa tentunya sangat menyayangkan hal ini, sebab ini nanti berdampak pada pembangunan di desa kami, semoga ke depan tidak ada lagi berita sepihak yang tanpa konfirmasi, “pungkaanya.

Vr/Tim

Sumber: Warga, Liputan


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *