Warga Girian Nawah Resah, Diduga Karena Limbah PT Delpi

Bitung, Sulawesi Utara2254 Dilihat

Bitung, Sulut – Beritainvestigasi.com.
Pelak saja pabrik pengalengan ikan terbesar di Kota Bitung ini menuai sorotan. Tak hanya itu, warga juga mengecam keras operasional pabrik PT Delta Pasific Indotuna karena tak memperhatikan lingkungan sekitar pabrik.

Pasalnya, limbah sisa-sisa olahan pabrik pengalengan ternyata dibuang ke saluran di belakang pabrik yang berkedudukan di Kelurahan Girian Bawah, Bitung.

Selain itu, aroma busuk yang menyengat ternyata berasal dari limbah sisa olahan pabrik PT Delta Pasific Indotuna (PT Delpi).

Pantauan Media Beritainvestigasi.com, Senin (19/09/2022), didapati limbah cair PT Delpi mengaliri lewat selokan galian tanah menuju ke laut lepas.

Fikri, warga Kelurahan Girian Bawah yang berdomisili dekat dengan pabrik ikan kaleng membenarkan perusahaan tersebut membuang limbahnya ke laut.

“Benar pak, limbah dibuang pada malam hari setiap hari Sabtu dan Minggu,” ungkap Fikri.

Masih kata warga ini, bau busuk sangat menyengat tatkala perusahaan membuang sisa-sia olahan pabrik.

“Kadang-kadang saya tidak tahan mencium baunya!,” tutur Fikri sembari menggeleng-geleng kepala.

Upaya konfirmasi dengan Direktur Manager PT Delta Pasific Indotuna, Elyasa belum membuahkan hasil.

“Oh, kalau Direktur Manager, Elyasa Bahalwan tidak berkantor di Bitung, kantornya di Surabaya,” ungkap Welfris Jacobus, Sekuriti di pos pintu masuk perusahaan.

Sama halnya dengan General Manajer PT Delta Pasific Indotuna, Helmi Ali juga sulit untuk dikonfirmasi di perusahaan ekspor ikan kaleng tersebut.

“Maaf, Bapak GM (General Manajer) lagi sibuk! Kalau mau ketemu, harus buat janji dulu. Nanti saja ya,” ucap Welfris.   (David).

Dikutip dari media mejahijau.com

Editor Wesly Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *