
Kukar, Kaltim – Beritainvestigasi.com. Massa Gerakan Buruh Kaum Syarekat Islam (GABKASI) PT. Rea Kaltim Kabupaten Kutai Kartanegara, Prov. Kalimantan Timur (Kaltim), gagal menggelar aksi unjuk rasa yang telah di agendakan pada Senin (06/12/2021) ke PT. Rea Kaltim.
Ketua Umum GABKASI PT. Rea Kaltim Prov. Kaltim, Anwar, mengatakan, aksi yang dijadwalkan akan digelar pada hari Senin (06/12/2021) mendatang sebenarnya telah matang direncanakan dan akan menurunkan seluruh karyawan PT. Rea Kaltim Plantation namun kami gagalkan karena kami menilai ada langkah yang telah diambil oleh pihak Disnkaer Kab. Kukar dengan upanya memanggil kami yakni pihak buruh dan pihak pengusaha.
” Tanggapan dari surat kami mewakili tuntutan karyawan yang sudah kami layangkan pada tanggal 26 Nov 2021 yang lalu, ke pihak Managemen Rea Kaltim dan juga kami tembuskan ke Disnakertrans Kab. Kutai Kartanegara.
itu yang menjadi dasar buat Disnaker mengundang kami,” ungkapnya.
Ditambahkannya, ada beberapa point yang menjadi pokok permasalahan bagi kami yakni terkait diskriminasi, minimnya upah, perhitungan kelebihan jam kerja dan jaminan fasilitas kesehatan dan keselamatan Kerja (K3)
Hari ini dilakukan mediasi yakni pihak Distransnaker Kab. Kutai Kartanegara atas surat panggilan pertamanya yakni pada hari ini Kamis (02 /12/ 2021) jam 13: 30 WITA tadi.
Anwar mengharapkan pertemuan yang diagendakan tadi berjalan dengan baik. Namun, sangat disayangkan pihak perwakilan dari Managemen PT. Rea Kaltim tidak datang sesuai jadwal. Alhasil, hanya dari pihak Buruh dan Disnaker yang melakukan pertemuan.
” Dengan Ketidakhadiran pihak managemen Perusahaan bagi kami dan juga publik bisa menilai sendirilah,” kata Anwar dengan nada kesal
” Tapi yang terpenting buat kami, nanti pada proses mediasi tanggal 07 Des mendatang, semoga pihak
PT Rea Kaltim memenuhi semua tuntutan normatif yang selama ini merugikan anggota dan rekan – rekan di PT. Rea Kaltim,” tegasnya saat diwawancarai awak media ini melalui telepon seluler, Kamis (02/12/2021).
Ditempat terpisah, HRD PT. Rea Kaltim, Dedy, saat dikonfirmasi melalui panggilan telepon oleh awak media ini mengatakan, bahwa pihaknya hadir pada panggilan Disnaker hari ini.
Hadir pak kami, pagi kami datang.
Namun, saat ditanya apa tanggapannya terkait panggilan tersebut, Dedi hanya menjawab tidak ada. (Gun)


















