Dewan Pembina: Soal Pergantian Ketua DPR, DPP Golkar Langgar AD/ART

Politik699 Dilihat

Mau Diskon Rp 250,000? Beli tiket pesawat-nya di Pergi.com Keputusan DPP Partai Golkar mengembalikan Setya Novanto sebagai ketua Dewan Perwakilan Rakyat selalu menuai polemik. Tak cuma dari eksternal, internal Partai Golkar pun gejolak atas keputusan pelengseran Ade Komarudin dari ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan diganti oleh Setya Novanto yg juga ketua umum Golkar itu.

Anggota Dewan Pembina Partai Golkar, Fahmi Idris mengatakan, mulai ada meeting yg dikerjakan oleh Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical) dengan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto. Hal ini diakui Fahmi terkait keputusan DPP Partai Golkar yg mulai mengembalikan posisi ketua Dewan Perwakilan Rakyat kepada Setya Novanto.

“Ketua dewan pembina mulai melakukan pembicaraan dengan ketum dalam pekan ini. Bisa saja Senin ini ataupun hari-hari lainnya dalam pekan ini. Ini terkait dengan keputusan DPP soal ketua DPR,” ujar Fahmi saat dihubungi, Senin (28/1).

Senior Partai Golkar ini mengatakan, rapat itu sendiri dikerjakan karena Dewan Pembina Partai Golkar melihat dan menilai ada keputusan yg dibuat oleh DPP Partai Golkar tak dikerjakan sebagaimana aturan yg ada dalam AD/ART Partai Golkar. Dirinya berpendapat, soal pergantian ketua Dewan Perwakilan Rakyat ini perlu pembicaraan yg detail karena soal itu telah ada ketentuan-ketentuannya.

Keputusan DPP yg mengembalikan posisi ketua Dewan Perwakilan Rakyat kepada Setya Novanto dinilai sudah melanggar pasal 25 Anggaran Dasar yg menyebutkan bahwa Wanbin yaitu badan yg berfungsi memberikan pengarahan, petunjuk, pertimbangan, saran dan nasihat kepada DPP Partai Golkar dan bersama-sama DPP Partai Golkar menentukan kebijakan yg bersifat strategis.

Kebijakan strategis yg harus diambil DPP bersama dengan Wanbin secara rinci sudah diatur dalam pasal 21 ayat 2 Anggaran Rumah Tangga, yakni pertama penetapan capres dan cawapres RI, dan kedua adalah penetapan pimpinan lembaga negara.

“Makanya ini mulai dikerjakan pembicaraan antara Dewan Pembina dan DPP. Dewan Pembina sendiri baru mulai melakukan pertemuan Senin ini bagi memberikan mandat kepada Ketua Dewan Pembina bagi bertemu dengan ketua umum,” tambah Fahmi.Baca juga:
Ketika Setya Novanto dipaksa memilih karier politik
Ical tanya kesanggupan Setya Novanto memegang beberapa jabatan penting
Ical minta Setya Novanto pilih satu, ketua Dewan Perwakilan Rakyat atau ketum Golkar
Akom minta klarifikasi diganti dari ketua Dewan Perwakilan Rakyat atas persetujuan Mega
Pilih temui Megawati ketimbang pertemuan bareng Ical, ini alasan Akom
Ical sebut pergantian ketua Dewan Perwakilan Rakyat harus dibahas dengan dewan pembina
Megawati ingin revisi UU MD3 agar pergantian ketua Dewan Perwakilan Rakyat tidak gaduh

Sumber: http://www.merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *