Ahok Minta RT RW Laporan Via Qlue Bukan Grup Whatsapp Lurah Dan Camat

Politik733 Dilihat

Mau Diskon Rp 250,000? Beli tiket pesawat-nya di Pergi.com Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut beberapa Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat bersama-sama menemui pendukungnya di Rumah Pemenangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka berdua juga menerima pengaduan dari warga yg datang.

Pengaduan pertama yg terima tiba dari Tan yg yaitu salah sesuatu RT di kawasan Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat. Dia mengeluhkan tak pernah ditanggapinya pengaduan warga yg disampaikan melalui Musrembang.

“Saya telah enam periode. Tiap tahun ada musrembang tetapi tak digubris. Saya mau ngomong sama bapak Ahok di kompleks ruko belakang aku mampet,” katanya di Rumah Pemenangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/11).

Belum mendengarkan sampai usai, Basuki atau akrab disapa Ahok ini telah mengetahui maksudnya. Dia menjelaskan, Musrembang sebenarnya memang tak efektif bagi mengatakan persoalan di lingkungan warga. Untuk itu dia lebih mengutamakan agar memakai Qlue dalam pelaporan.

“Kenapa aku memotong Musrembang, hanya ingin perbaiki got mampet, hanya setahun sekali begitu naik ke lurah, kalau lurahnya nakal coret, dia segera input data ke camat dia hilangkan,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, RT RW memang bukan bagian dari pemerintah, yang lain halnya lurah dan camat. Dengan adanya laporan Qlue, mantan Bupati Belitung Timur ini menjelaskan, maka RT RW yg yaitu perwakilan warga sudah menolong buat mengawasi kinerja aparatur sipil negara (ASN).

“Kalau RT RW bukan pemerintah, tetapi perwakilan warga. RT RW menolong aku buat mengawasi lurah camat dengan Qlue,” terangnya.

Namun sayangnya, tak segala RT RW mampu bekerja sama dengan program tersebut. Salah satunya adalah Taman Sari, di mana lurah meminta kepada RT RW bagi tak melapor di Qlue, melainkan cuma di grup Whatsapp mereka. Dengan demikian maka keluhan warga tak mampu dikontrol segera Gubernur DKI Jakarta melalui Jakarta Smart City.

“Qlue ada Taman Sari ada pembohongan. Saya mengerti kok pas peresmian RPTRA waktu itu. Ada sesuatu RT protes sama saya, kamu kalau ada laporan kirimnya ke forum kami saja. Mohon maaf saja, kesel luar biasa aku minta RT RW milik hubungan dengan saya, membuat forum melawan saya, bikin forum buat menentang saya,” jelas mantan politisi Gerindra ini.

Ahok mengaku kesal dengan perlakuan tersebut. Dia menganggap harusnya RT RW senang saat diperbolehkan melapor segera kepada atasan. Karena itu tidak heran saat kawasan Taman Sari masih memiliki got yg mampet.

Dalam penjelasan ini, Ahok malah menyatakan keheranannya kepada ketua RT tersebut. Alasannya ketua RT tersebut telah menjalani periode yg lama namun kondisi got masih saja mampet. “Malah aku heran bapak bertahun tahun jadi ketua RT tapi got bapak begitu begitu saja. Padahal di kampung bapak sendiri. Saya rasa bapak kurang baik (jadi ketua RT). Makanya lapor di Qlue saja pak,” tegasnya.

Bapak tiga orang anak ini mengharapkan, program ini selalu didukung oleh semua pihak. Sehingga dia meminta kepada RT RW yg mendapatkan ancaman dari Lurah ataupun Camat bagi melaporkannya langsung. Sehingga cukup bukti buat memecatnya sebagai PNS.

“Kalau bapak mampu rekam dan buktikan omongan dia, bukan cuma aku pecat sebagai lurah sebagai PNS aku singkirkan dia,” tutup Ahok.Baca juga:
Di depan pendukung, Ahok janji perbaiki kelakuan dan sikapnya
Kampanye Rakyat, Ahok-Djarot gelar jamuan makan berbayar
Saat Yusril dukung Ahok selalu maju jadi Cagub DKI
Sindiran Djarot: Susah kritik Ahok-Djarot yg yang lain cuma copy paste
Ini tanggapan Ahok kalah di survei indikator politik Indonesia
Datangi Rumah Lembang, forum pemuda NTT deklarasi dukung Ahok-Djarot

Sumber: http://www.merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *